RENUNGAN TUK AKU, KAU DAN DIA

May 25th, 2007 by nugro

Kadangkala apa yang kita lakukan demi teman itu melelahkan dan menjengkelkan, tetepi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai tambah. Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan itu bahkan tumbuh bersama karenanya……….

Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti proses seorang pande menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya.

Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur dan disakiti, diperhatikan, dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu – ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian. Seorang sahabat tidak pernah menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasih dan sayang memberanikan diri menegur apa adanya.

Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang sangat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah. Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabat. Kerinduan sahabat menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang bersikap egoistis. Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak orang pula yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga begitu hancur karena dihianati sahabatnya.

MEMPUNYAI SAHABAT SEJATI LEBIH BERHARGA DARI SERIBU TEMAN YANG MEMENTINGKAN DIRI SENDIRI. DALAM KESENANGAN SEMATA, INGATKAH KAPAN TERAKHIR KALI KITA BERADA DALAM KESULITAN. SIAPA YANG BERADA DI SAMPING KITA? SIAPA YANG MENGASIHI KITA SAAT KITA MERASA TIDAK DICINTAI ? SIAPA YANG SAAT INI BERSAMA KITA PADA SAAT TIADA SATUPUN YANG DAPAT KITA BERIKAN ? MEREKALAH SAHABAT – SAHABAT SEJATI. HARGAI DAN PELIHARALAH SELALU PERSAHABATAN ….

NGANDJOEK, AKHIR MEI ‘07

August 31st, 2006 by nugro

Hidup kita dibentuk oleh pikiran kita sendiri

Sebenarnya kebahagiaan, kesengsaraan, kecemasan dan ketenangan manusia muncul dari dalam dirinya sendiri. Ia sendirilah yang memberi warna pada kehidupannya dengan warna2 yg cemerlang atau yg pudar, sebagaimana warna cairan mirip dengan warna wadah yg diisinya.

Dlm Hadits disebutkan : Barangsiapa ridha maka baginyalah keridhaan, dan barangsiapa benci maka baginyalah kebencian (HR. Tirmidzi)

Setiap urusan itu tunduk kepada anggapan seseorang. Jika qta mau maka dapat qta jadikan ia sebagai pembersih dan anda rela, dan kalau qta mau maka dapat qta jadikan ia sebagai kebinasaan dan qta marah.
Sesungguhnya suatu pekerjaan yang sama yang dikerjakan oleh orang yang berlainan jiwanya, nilainya akan berlainan.

Renungkanlah kedua ayat ini :
“ “Di antara orang-orang Arab Badui itu ada orang yang memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah), sebagi suatu kerugian, dan dia menanti-nanti marabahaya menimpamu, merekalah yang akan ditimpa marabahaya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”
“ “Di antara orang-orang Arab Badui itu ada orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah) itu, sebagai jalan untuk mendekatkannya kepada Allah dan sebagai jalan untuk memperoleh doa Rasul. Ketahuilah, sesungguhnya nafkah itu adalah suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri (kepada Allah). Kelak Allah akan memasukan mereka kedalam rahmat (surga)Nya; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang “” (QS. At Taubah 98-99)

Mereka sama-sama menyerahkan harta yg diminta. Namun yg satu menganggap hal itu sebagai beban yang merugikan dan dibenci, serta berharap orang yg menerimanya itu mendapat kebinasaan. Sedang yang lain menganggap hal itu sebagai zakat yang disukai yang dengan menunaikannya dapat membersihkan jiwa, serta mengharap doa yg baik setelah pelaksanaannya.

Nilai suatu pekerjaan, sangat berkaitan erat dengan pikiran di otak dan perasaan yang berkecamuk dalam jiwa.
Sebenarnya pikiran kitalah yang membentuk pribadi kita. Dan arahan pikiran kita adalah factor utama yang menentukan perjalanan hidup kita.
Kalau kita memikirkan kebahagiaan, kita akan bahagia. Kalau kita berpikiran sedih, kita menjadi sedih. Kalau kita berpikiran takut, kita menjadi takut. Kalau kita memikirkan sakit, mungkin kita akan menjadi sakit.

Wallahu alam bissawab………..